Agent Casino – Arsenal Sulit Bersaing Di Liga Champion

Arsenal

Bandar Casino SBOBET – Dengan kans lolos ke babak 16 besar Liga Champions ada di ujung tanduk, Arsenal justru dinilai bakal menghadapi dua lawan sisa yang secara taktik tidak ideal untuk mereka. Arsenal akan menjamu Dinamo Zagreb di matchday 5 tengah pekan ini, Rabu (25/11/2015) dinihari WIB untuk menjaga peluang lolos dari fase grup dan kemudian melawat ke markas Olympiakos pada matchday terakhir bulan depan. Untuk bisa lolos, Arsenal bukan cuma harus bisa memenangi dua pertandingan tersebut melainkan juga menggantungkan asa pada partai lain antara Bayern Munich dan Olympiakos tengah pekan ini.

Arsenal

Arsenal

Namun Dinamo Zagreb akan melawat ke markas Arsenal di matchday V Liga Champions. Mereka pun berhasrat untuk membuat kejutan di Emirates Stadium. Dinamo dan Arsenal berada di dua posisi terbawah Grup F Liga Champions. Kedua tim sama-sama mengumpulkan tiga angka. Dengan begitu, pertandingan yang akan berlangsung Rabu (25/11/2015), akan penting untuk kedua tim. Arsenal dan Dinamo akan saling sikut untuk agar bisa lolos ke babak berikutnya, atau hanya sekadar lolos ke ajang Liga Europa. Dinamo membuat kejuatan saat melawan Arsenal di matchday Liga Champions. Mereka menang 2-1 berkat gol yang dilesakan oleh Josip Pivaric dan Juga Junior Fernandes.

Bermain Casino Asia855 Terlengkap DI Android

Penampilan saat menjamu Arsenal itu yang ingin diulangi oleh pelatih Dinamo, Zoran Mamic. Dia juga mengungkap bahwa hasil seri 1-1 sudah sangat memuaskan bagi tim besutannya. “Kami tak sabar menatap pertandingan laga Liga Champions yang lain. Kami bermain melawan Arsenal (satu tim top) yang dipentaskan di salah satu stadion terindah. Kami tak butuh insentif yang besar daripada itu,” kata Mamic di situs resmi UEFA. “Kami ingin mempertontonkan performa bagus dan pulang dengan hati yang senang. Hasil selain kekalahan akan fantastis. Kami sadar dengan kekuatan Arsenal dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat kejutan. Kami akan memcoba untuk mengulang performa kami di pertandingan pertama (matchday I),” imbuhnya.

“Pertama-tama, ini sederhana dan kita punya bukti, bahwa ketika melawan Zagreb, misalnya, Anda harus selalu menyerang. Terkadang sampai lupa bertahan. Secara umum dalam konteks ini, Anda jadi sasaran serangan balik hal itu benar-benar terjadi. Dan dengan level di Liga Champions, bahkan lawan Zagreb atau Olympiakos, itu menempatkan Anda dalam situasi rumit,” kata Pires. Namun upaya yang dibuat semuanya bersifat tidak masuk akal, melainkan Arsenal harus berakhir dengan kekalahaan 2-1. Tentunya kali ini para anggota tim Arsenak akan kembali diminta untuk berlatih dan membentuk kembali formasi yang lebih baik lagi.