Agent Judi Bola – Scholes Kritik Schweinsteiger

Schweinsteiger

Bandar Judi Bola SBOBET – Paul Scholes menilai Schweinsteiger tampil belum maksimal bersama Manchester United. Dimana dalam perjalan laga yang sudah di lewati sebelumnya, Mancheste Untied tidak bisa berkembang melainkan Schweinsteiger belum bisa menyesuaikan diri dengan baik dengan Manchester United, dimana cara permainan Manchester United lebih cepat dari pada permainan di Bayern Munchen. Menurut Scholes, Scheweinsteiger harusnya lebih banyak berkontribusi dalam proses serangan, melainkan dia dalam cara bermain sebagai penyerang lebih bagus dibandingkan bermain sebagai pemain gelandang tengah. Tentunya Schweinsteiger diminta untuk bermain lebih maksimal lagi dan menjadi yang terbaik lagi disepanjang musim agar dia dapat memperketat kembali skuat formasi Setan Merah.

Schweinsteiger

Schweinsteiger

Sejak direkrut dari Byern Munich pada musim panas lalu, Schweinsteiger langsung jadi pilihan utama manajer Louis Van Gaal untuk mengisi posisi gelandang tengah. Pemain berusia 31 tahun itu biasanya dipasangkan dengan Morgan Schneiderlin atau Michael Carrick. Tentunya Schweinsteiger diminta untuk bermain lebih baik lagi dari laga sebelumnya dimana saat dia berjuang dengan Bayern sangat kuat, namun saat dia direkrut oleh Manchester United sangat buruk. Schweinsteiger sejauh ini telah tampil pada 20 pertandingan bersama MU. Dalam catatan whoscored, jumlah umpan kuncinya rata-rata 0,4 per laga, jumlah operan rata-rata 62,9 per laga, umpan panjang rata-rata 4,2 per laga, umpan terobosan rata-rata 0,1 per laga, dan akurasi umpan 85,5 persen.

Bursa Taruhan Bola Terbesar Dan Terpercaya

Menurut Scholes, Schweinsteiger selama ini kurang berani mengirim umpan-umpan ke depan yang akan memanjakan Wayne Rooney atau Anthony Martial. Dia menyoroti kebiasaan Schweinsteiger yang sering mengumpan ke belakang. “Anda mengharapkan lebih dari Schweinsteiger, seorang pemain yang telah memenangi Piala Dunia dan Liga Champions,” ujar Scholes di Manchester Evening News. “Seni terindah sebagai seorang pemain tengah adalah menemukan ruang, bukan di posisi back four atau bek kiri, tapi di tengah lapangan yang merupakan area paling padat pemain, dan membantu para pemain depan Anda,” imbuh mantan gelandang Manchester United itu.

“Ada terlalu banyak operan sebelum masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan, yang menjadi alasan kenapa penyerang-penyerang seperti Wayne Rooney kesulitan. Mereka tak mendapat bantuan. Dua gelandang tengah bermain 10 yard di belakang dua bek tengah dan memainkan operan-operan mudah,” tambah Scholes. “Saya tak keberatan dengan itu, mencari sedikit ruang jika Anda akan mengumpan ke depan atau melepaskan umpan panjang. Namun, dia terlalu banyak menyentuh bola dan dia secara konstan mundur ke belakang,” ujarnya. “Schweinsteiger mengirim backpass ke kiper dan dia bermain setiap pekan. Jadi, manajer pastinya senang dengan cara mereka bermain,” kata Scholes.